Posted on July - 01 - 2009 by george_herman

What your partner wants in having SEX with you

Secret shared by thriving couples

Secret shared by thriving couples

Melibatkan keseimbangan Giving dan Receiving

George Herman, CH CHt CMNLP LAPHP
Senior NLP-Hypnotherapist at Mind Clinic
www.mindclinic.co.id
george_herman@cbn.net.id

Apa rahasia pasangan yang bisa langgeng terus harmonis dan mesra bahkan dalam berhubungan sex?

Setiap pasangan suami-istri membutuhkannya karena Tuhan menciptakannya sebagai perekat yang sakral, yang melahirkan keintiman, kehangatan dan kerinduan bagi yang menjalankannya dengan benar. Tulisan berikut ini kami sajikan berdasarkan pengalaman kami memberikan couseling kepada banyak pasangan suami istri, baik yang relatif berkondisi “normal”, maupun yang telah terbebas dari masalah disfungsi sexual tertentu (impotensi, ejakulasi dini, frigid, vaginismus, dan lain-lain).

Bagi wanita, hubungan sex bisa berlangsung dengan baik bila ia bisa sepenuhnya mempasrahkan dirinya, menerima kenikmatan, dan pasangan prianya bisa sepenuhnya terlibat dalam memberikan pasangannya kenikmatan. Wanita menikmati kepasrahan dalam melepaskan kendalinya atas proses bercinta. Alangkah indahnya bagi seorang wanita bila ia percaya kepada pasangannya yang mengatakan secara verbal maupun nonverbal: “Saya sepenuhnya adalah milikmu. Saya mempersembahkan diriku secara total kepadamu”. Seorang wanita perlu diberi kesempatan mengalami kesenangan tanpa merasa bersalah. Suatu kepastian dari pasangannya bisa membantu hal ini terjadi dengan nyaman.

Saya sangat suka ketika Tomi meraih tangan saya, meletakkannya secara lembut ke dada saya dan memantapkannya di situ. Ini adalah caranya mengatakan: “Rileks lah, dan pasrahlah. Nikmatilah sentuhan saya, saya juga menikmatinya”. Bagi saya, ini adalah hal paling sexy di dunia – Marni.

Namun kebanyakan wanita juga butuh merasa bahwa mereka ikut memberi agar bisa nyaman menerima kenikmatan yang indah. Dan tentunya para pria suka untuk rileks dan ikut menikmatinya. Inilah sebabnya, proses memberi dan menerima haruslah seimbang. Keseimbangan ini tidak harus terjadi dalam setiap kali berhubungan, melainkan bisa dalam beberapa kali berhubungan dalam waktu seminggu atau bahkan beberapa minggu. Para pasangan yang harmonis dan langgeng menyatakan bahwa mereka jarang terseret dalam masalah karena sikap dan pikiran mereka yang fair serta kepedulian mereka untuk menjaga keseimbangan dan menikmati proses memberi dan menerima.

Saya pikir sampai saat ini kami belum pernah membahas tentang keseimbangan ini dalam hidup kami. Setelah mendengar anda menyebutkannya, dan setelah mengingat-ingat perjalanan romantis kami yang langgeng, memang kami selalu saling memberi dan menerima. Kadang dalam suatu hubungan (persetubuhan), kadang dalam hubungan yang lain. Kadang kami menjalani suatu pola tertentu selama beberapa waktu, kemudian kami berganti pola. Saya sangat menyukai ketika Marni memulainya. Walaupun tidak terlampau sering, saya sangat menyukainya, dan ini membuat saya sangat bergairah – Tomi.

Pasangan yang langgeng keharmonisannya, tidak khawatir tentang keseimbangan memberi dan menerima dalam hubungan sexual mereka, mereka mencapainya secara alamiah. Mereka setuju bahwa keseimbangan ini memang sangat amat penting.

Notes:
Artikel selanjutnya adalah tentang hubungan pasangan yang telah panjang/lama (20 tahun ke atas)

—end of document—

Post a comment

Mind Clinic


Situs ini dibangun atas kerja sama Mind Clinic dengan berbagai Afiliasi yang memiliki visi yang sama dalam memasyarakatkan manfaat yang bisa diraih melalui Hypnotherapy, NLP, untuk individu, kelompok, maupun perusahaan. Masukan dan feedback sangat kami hargai dan harapkan (mohon dapat dikirimkan ke george_herman@cbn.net.id

Powered by