Hipnoterapi Menurut Konsil Kedokteran Indonesia

(Sumber: Heavenhypnotherapy.com)

Hipnoterapi adalah suatu bentuk terapi dengan memberdayakan tenaga jiwa bawah sadar, berupa energi sinar elektro magnetik satu oktaf dari Far Infra Red Rays (FIR), yang mempunyai panjang gelombang 6-14 mikron.

Dokter, menggunakan hipnoterapi berdasarkan Standar Kompetensi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia (Indonesian Medical Council) dalam rangka terapi kedokteran sebagai salah satu layanan Hipnosis Kedokteran, yaitu Hipnosis Kedokteran Kuratif (Early diagnosis and promt traetment); disamping Hipnosis Kedokteran Promotif (Health promotion), Hipnosis Kedokteran Preventif (Prevention of diseases) serta Hipnosis Kedokteran Habilitatif (Habilitative Medical Hypnosis) untuk kasus retardasi dan Hipnosis Kedokteran Rehabilitatif (Rehabilitative Medical Hypnosis) untuk kasus regresi.

Psikiater, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk dari Psikoterapi, disamping Somaterapi (farmakoterapi dan fisioterapi seperti ECT / listrik. light therapy / sinar) dan Sosioterapi (WHO: bio-psiko-sosial), dengan Tingkat Kemapuan (Level of Expected Ability) 1 - 4 (knows - does).

Psikolog, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk Psikoterapi, dalam rangka Hipnosis Klinik Kuratif, disamping Hipnosis Klinik Promotif, Hipnosis Klinik Preventif, Hipnosis Klinik Habilitatif dan Hipnosis Klinik Rehabilitatif. Juga, penggunaan hipnosis untuk bidang psikologi lainnya, seperti pendidikan, penelitian, manajemen, peningkatan sumber daya manusia, dsb.

Hipnoterapis, menggunakan hipnoterapi sebagai satu-satunya terapi; sehingga disamping menguasai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilannya (knowledge and skills, science and art, teori dan praktek), juga perlu mengetahui benar, tujuh hal berikut ini:

  1. Alasan penggunaaan hipnoterapi (Indications)
  2. Pencegahan penggunaan hipnoterapi untuk kasus tertentu (Precautions)
  3. Pantangan penggunaan hipnoterapi (Contra Indications)
  4. Efek Samping yang dapat timbul pada hipnoterapi (Side Effects)
  5. Penanggulangan efek samping dari hipnoterapi (Side Effects Management)
  6. Bahaya yang mungkin timbul pada penggunaan hipnoterapi (Dangers of hypnotherapy)
  7. Aspek Hukum dan Etika dari hipnoterapi (Legal and ethical aspects of hypnotherapy).

DEFINISI JIWA YANG SEHAT

“Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain”.

Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) danmemperhatikan semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.

Seseorang yang “sehat jiwa” mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Merasa senang terhadap dirinya serta

  • Mampu menghadapi situasi
  • Mampu mengatasi kekecewaan dalam hidup
  • Puas dengan kehidupannya sehari-hari
  • Mempunyai harga diri yang wajar
  • Menilai dirinya secara realistis, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan

2. Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain serta

  • Mampu mencintai orang lain
  • Mempunyai hubungan pribadi yang tetap
  • Dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda
  • Merasa bagian dari suatu kelompok
  • Tidak “mengakali” orang lain dan juga tidak membiarkan orang lain “mengakah” dirinya

3. Mampu memenuhi tuntutan hidup serta

  • Menetapkan tujuan hidup yang realistis
  • Mampu mengambil keputusan
  • Mampu menerima tanggungjawab
  • Mampu merancang masa depan
  • Dapat menerima ide dan pengalaman baru
  • Puas dengan pekerjaannya

Untuk mencapai jiwa yang sehat diperlukan usaha dan waktu untuk mengembangkan dan membinanya. Jiwa yang sehat dikembangkan sejak masa bayi hingga dewasa, dalam berbagai tahapan perkembangan. Pengaruh lingkungan terutama keluarga sangat penting dalam membina jiwa yang sehat.

Salah satu cara untuk mencapai jiwa yang sehat adalah dengan penilaian diri yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya yang berkaitan erat dengan cara berpikir, cara berperan, dan cara bertindak.

Penilaian diri seseorang positif apabila seseorang cenderung:

  • Menemukan kepuasan dalam hidup
  • Membina hubungan yang erat dan sehat
  • Menetapkan tujuan dan mencapainya
  • Menghadapi maju mundurnya kehidupan
  • Mempunyai keyakinan untuk menyelesaikan masalah

Penilaian diri seseorang negatif apabila seseorang cenderung:

  • Merasa hidup ini sulit dikendalikan
  • Merasa stres
  • Menghindari tantangan hidup
  • Memikirkan kegagalan

Beberapa upaya untuk membangun penilaian diri:

  1. Seseorang harus jujur terhadap diri sendiri.
  2. Berupaya mengenali diri sendiri dan belajar menerima semua kekurangan dan kelebihannya.
  3. Bersedia memperbaiki diri sendiri untuk mengatasi kekurangannya
  4. Menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain
  5. Selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik sesuai dengan kemampuan, tetapi tidak boleh terlalu memaksakan diri sendiri.

Diintasarikan dari:

Undang-undang RI No 3 Tahun 1966
Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 1992

Sumber: Heaven Hypnoterapy

Mind Clinic


Situs ini dibangun atas kerja sama Mind Clinic dengan berbagai Afiliasi yang memiliki visi yang sama dalam memasyarakatkan manfaat yang bisa diraih melalui Hypnotherapy, NLP, untuk individu, kelompok, maupun perusahaan. Masukan dan feedback sangat kami hargai dan harapkan (mohon dapat dikirimkan ke george_herman@cbn.net.id

Powered by